Api dari Belakang Rumah, Hunian Warga Kediri Rugi Ditaksir Rp 1,2 Miliar

Berita89 Views

Api dari Belakang Rumah, Hunian Warga Kediri Rugi Ditaksir Rp 1,2 Miliar Kebakaran besar menghanguskan rumah milik Hepri Palupi di Jalan Brigjen Pol Imam Bachri, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, pada Minggu malam, 2 Agustus 2026. Api diduga berawal dari gangguan arus listrik pada alat penanak nasi atau mejikom yang berada di bagian belakang rumah. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tetapi bangunan dan barang milik penghuni mengalami kerusakan berat. Nilai kerugian disebut mencapai sekitar Rp 1,2 miliar, meski laporan awal dari media lokal menyatakan besaran resmi masih menunggu pendataan petugas.

Peristiwa itu menjadi perhatian warga karena kobaran api tumbuh cepat ketika sebagian penghuni sedang beristirahat. Dalam waktu singkat, api menjalar dari area belakang menuju bagian lain rumah. Warga yang mengetahui kejadian tersebut berusaha memberikan pertolongan sembari menghubungi Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran Kota Kediri.

Listrik Padam dan Bau Sangit Membuat Pemilik Rumah Terbangun

Tanda awal kebakaran diketahui ketika aliran listrik di rumah tiba tiba padam. Hepri yang saat itu sempat tertidur kemudian mencium bau sangit dari dalam rumah. Setelah bangun dan memeriksa sumber bau, ia mendapati api sudah membesar sehingga keadaan tidak lagi memungkinkan untuk ditangani dengan mudah. Keterangan ini disampaikan Tommy, tetangga korban, yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.

Pemilik rumah sempat mencoba memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia. Upaya awal tersebut tidak berhasil karena nyala api terus membesar dan mulai menyambar bagian bangunan lainnya. Keselamatan penghuni kemudian menjadi perhatian utama. Hepri keluar dari rumah, sedangkan warga berteriak meminta bantuan dan berusaha memastikan tidak ada orang yang tertinggal di dalam bangunan.

Situasi malam hari membuat sumber api tidak mudah dijangkau. Asap pekat dan suhu yang semakin tinggi membatasi gerak warga. Barang rumah tangga, perabot, kain, kayu, plastik, dan material lain di dalam rumah dapat menjadi bahan bakar ketika api sudah berkembang. Karena itu, tindakan memaksa masuk ke bangunan yang telah dipenuhi asap justru dapat menambah korban.

Api Diduga Berasal dari Mejikom di Ruangan Belakang Garasi

Keterangan awal saksi mengarah pada mejikom yang ditempatkan di ruangan belakang garasi. Bagian timur rumah disebut terbakar lebih dahulu sebelum api merembet ke area lain. Namun, dugaan mengenai alat penanak nasi sebagai sumber kebakaran belum dapat diperlakukan sebagai hasil pemeriksaan akhir. Polisi masih perlu memeriksa titik awal api, kabel, stop kontak, sisa peralatan, serta pola kerusakan pada bangunan.

Mejikom merupakan peralatan pemanas yang banyak dibiarkan tersambung ke listrik dalam waktu lama, terutama saat fungsi penghangat nasi digunakan. Perangkat yang masih layak, kabel yang utuh, sambungan rapat, serta instalasi sesuai kapasitas seharusnya dapat bekerja dengan aman. Risiko meningkat ketika steker longgar, stop kontak aus, kabel terkelupas, terminal dipakai melebihi kemampuan, atau panas muncul terus menerus pada titik sambungan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjelaskan bahwa kebakaran listrik dapat terjadi saat kabel atau peralatan terlalu panas, khususnya ketika muncul hubungan arus pendek. PLN juga mengingatkan masyarakat untuk mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan, menghindari terminal bertumpuk, serta memilih perlengkapan berlabel SNI. Imbauan tersebut penting karena gangguan kecil pada colokan sering tidak terlihat sampai muncul bau terbakar, percikan, perubahan warna, atau panas berlebihan.

Menurut penulis, peralatan rumah tangga berukuran kecil sering dianggap tidak berbahaya karena digunakan setiap hari. Padahal, alat pemanas yang terus tersambung membutuhkan pemeriksaan rutin pada kabel, steker, stop kontak, dan permukaan tempat alat diletakkan.

Empat Mobil Pemadam Dikerahkan ke Lokasi

Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran Kota Kediri mengerahkan empat unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran tersebut. Petugas melakukan penyemprotan dan melokalisasi api agar tidak menjalar ke rumah lain di lingkungan sekitar. Langkah ini sangat penting karena lokasi kebakaran berada di kawasan permukiman, dengan bangunan lain berada cukup dekat dari titik kejadian.

Petugas tidak hanya mengarahkan air ke nyala api yang terlihat. Mereka juga perlu menjangkau bagian atap, plafon, ruang belakang, tumpukan barang, dan titik yang berpotensi menyimpan bara. Pada kebakaran rumah, api dapat bergerak melalui rongga plafon atau bagian bangunan yang tertutup. Setelah kobaran utama mereda, proses pendinginan dibutuhkan untuk mencegah api menyala kembali.

Warga membantu membuka akses dan menjauhkan orang dari jalur kendaraan pemadam. Kehadiran banyak orang di sekitar lokasi sering menjadi tantangan tersendiri karena selang, kendaraan, dan petugas membutuhkan ruang bergerak. Dalam kejadian seperti ini, bantuan yang paling berguna adalah memberikan informasi mengenai jumlah penghuni, letak pintu masuk, sumber listrik, tabung gas, serta kemungkinan adanya barang mudah terbakar.

Rumah Rusak Berat dari Bagian Depan hingga Belakang

Laporan dari lokasi menyebut api menghanguskan bangunan mulai dari bagian depan sampai belakang. Kerusakan tidak hanya terlihat pada dinding atau atap. Panas tinggi, asap, air pemadaman, dan runtuhan material dapat merusak perabot, peralatan elektronik, dokumen, pakaian, kendaraan, serta barang bernilai lain yang tersimpan di dalam rumah.

Taksiran kerugian sekitar Rp 1,2 miliar perlu dipahami sebagai perhitungan awal yang dapat berubah setelah pendataan selesai. Nilainya dapat mencakup biaya bangunan, perbaikan instalasi, penggantian perabot, perangkat elektronik, barang pribadi, dan bagian rumah yang tidak lagi aman digunakan. Laporan lokal yang terbit pada dini hari 3 Agustus 2026 belum mencantumkan angka resmi dari petugas, sehingga verifikasi lanjutan tetap diperlukan.

Pendataan kerugian biasanya memerlukan pemeriksaan satu per satu. Struktur yang masih berdiri belum tentu dapat digunakan kembali. Dinding dapat mengalami retak karena suhu tinggi, rangka atap bisa melemah, kabel listrik harus diganti, dan permukaan yang terkena asap perlu dibersihkan secara menyeluruh. Barang elektronik yang tampak utuh juga tidak aman langsung dinyalakan sebelum diperiksa teknisi.

Tidak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran

Meski rumah mengalami kerusakan parah, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam pemberitaan awal. Pemilik rumah berhasil keluar setelah mengetahui adanya api. Keputusan menghentikan pemadaman mandiri ketika kobaran membesar kemungkinan membantu menghindarkan penghuni dari paparan asap dan risiko terjebak di dalam bangunan.

Asap kebakaran dapat membuat seseorang kehilangan arah hanya dalam waktu singkat, terutama pada malam hari ketika penerangan padam. Karena itu, penghuni sebaiknya merunduk saat bergerak menuju pintu keluar, tidak kembali mengambil barang, dan segera memberi tahu petugas apabila ada anggota keluarga yang belum terlihat. Pintu yang panas juga tidak boleh langsung dibuka karena api mungkin berada di sisi lain.

Ketiadaan korban jiwa menjadi bagian terpenting dari penanganan kejadian tersebut. Kerugian materi dapat dihitung dan dipulihkan secara bertahap, sedangkan keselamatan manusia tidak dapat digantikan. Warga sekitar juga terhindar dari api yang lebih luas setelah petugas berhasil membatasi penyebaran kobaran.

Polisi Masih Menyelidiki Penyebab Kebakaran

Penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan kepolisian. Keterangan saksi mengenai mejikom menjadi petunjuk awal, bukan keputusan akhir. Petugas perlu membedakan apakah api benar berasal dari perangkat, kabel daya, stop kontak, sambungan instalasi, atau titik lain yang berada berdekatan.

Pemeriksaan lokasi dapat mencakup posisi kerusakan paling berat, arah penjalaran api, sisa penghantar listrik, kondisi pengaman arus, serta keterangan penghuni sebelum listrik padam. Informasi mengenai kapan alat terakhir digunakan, apakah fungsi penghangat masih menyala, dan apakah sebelumnya pernah muncul panas atau bau tidak biasa juga dapat membantu.

Penyebutan korsleting sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan sebelum pemeriksaan selesai. Gangguan listrik dapat melibatkan banyak keadaan, mulai dari arus pendek, sambungan kendur, beban berlebih, isolasi rusak, sampai peralatan yang mengalami kegagalan komponen. Penentuan yang tepat dibutuhkan agar penyebab kejadian tidak hanya berhenti sebagai dugaan.

Kebiasaan Membiarkan Alat Pemanas Terhubung Perlu Dievaluasi

Kebakaran di Kediri mengingatkan kembali pentingnya memperlakukan mejikom sebagai alat pemanas, bukan sekadar wadah nasi. Ketika fungsi memasak selesai, alat biasanya berpindah ke mode penghangat dan tetap menarik daya listrik. Kondisi tersebut memerlukan sirkulasi udara yang baik serta permukaan yang tidak mudah terbakar.

Mejikom sebaiknya tidak diletakkan berdekatan dengan tirai, kardus, kain, tumpukan plastik, atau bahan lain yang cepat menyala. Kabel tidak boleh terjepit di belakang lemari dan steker harus masuk penuh ke stop kontak. Bila colokan terasa panas, berubah warna, mengeluarkan suara mendesis, atau menimbulkan bau, pemakaian harus dihentikan.

Terminal tambahan juga perlu mendapat perhatian. Satu terminal sering digunakan untuk mejikom, kulkas, dispenser, microwave, dan alat lain secara bersamaan. Susunan tersebut dapat menimbulkan panas berlebih jika kapasitas terminal tidak sesuai. Ditjen Ketenagalistrikan mengingatkan bahwa penumpukan steker dapat memicu korsleting, termasuk pada titik tersembunyi yang membuat api berkembang tanpa segera diketahui.

Pemeriksaan Instalasi Rumah Tidak Cukup Dilakukan Sekali

Instalasi listrik dapat menua bersama bangunan. Sambungan yang dahulu rapat bisa mengendur, lapisan kabel dapat rusak, dan kebutuhan daya rumah meningkat setelah penghuni menambah berbagai peralatan elektronik. Karena itu, pemeriksaan tidak seharusnya hanya dilakukan saat listrik sering turun atau setelah muncul percikan.

Pemilik rumah dapat meminta tenaga kompeten memeriksa panel, pemutus arus, ukuran kabel, pembagian beban, kondisi stop kontak, dan sistem pembumian. Kementerian ESDM menekankan penggunaan peralatan listrik sesuai SNI dan instalasi yang memenuhi ketentuan keselamatan. Sertifikat Laik Operasi juga menjadi bagian penting untuk memastikan instalasi telah diperiksa sebelum digunakan.

Menurut penulis, biaya pemeriksaan instalasi sering dianggap sebagai pengeluaran tambahan, padahal nilainya jauh lebih kecil dibandingkan kerugian akibat kebakaran yang merusak rumah, barang berharga, dan tempat tinggal keluarga.

Langkah Awal Saat Tercium Bau Kabel Terbakar

Bau sangit, suara letupan kecil, lampu berkedip, stop kontak menghitam, atau steker yang sangat panas perlu diperlakukan sebagai peringatan. Penghuni sebaiknya mematikan alat dan memutus aliran listrik melalui pengaman utama jika dapat dilakukan tanpa mendekati api. Air tidak boleh disiramkan pada perangkat yang masih terhubung dengan listrik.

Setelah aliran terputus, alat pemadam api ringan yang sesuai dapat digunakan apabila nyala masih kecil dan jalur keluar tetap terbuka. Bila asap mulai memenuhi ruangan atau api sudah menyambar benda lain, penghuni harus segera keluar, memperingatkan tetangga, dan menghubungi pemadam kebakaran. Tidak ada barang yang sebanding dengan risiko luka bakar, keracunan asap, atau terjebak di dalam rumah.

PLN menganjurkan pencabutan perangkat elektronik yang tidak dipakai dari stop kontak. Kebiasaan tersebut dapat diterapkan pada mejikom setelah nasi dipindahkan, terutama sebelum rumah ditinggalkan atau saat penghuni hendak tidur. Pemeriksaan sederhana sebelum beristirahat dapat dimulai dari dapur, ruang belakang, garasi, terminal listrik, kompor, dan tabung gas.