Trading For Living

Trading For Living, Langkah Berbisnis untuk Income is Coming

0Shares

Trading for living mungkin banyak menjadi tanda tanya besar di kepala orang-orang. Terutama mereka yang sedang menggeluti atau baru berniat terjun di dunia investasi. Mereka, barangkali Anda termasuk salah satunya, kerap mempertanyakan bagaimana cara melakukannya, atau sekedar ingin mencari jawaban atas kebenarannya.

Tidak berbeda dengan melakukan perdagangan lainnya di muka bumi ini, berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup ini juga tidak bisa menjamin sebuah nilai atau hasil yang pasti. Kendati demikian, peluang mendapatkan penghasilan yang konsisten tetaplah ada.

Ya, menjadi seorang trader cukup bisa menjadi pilihan untuk mendatangkan keuntungan. Namun ada banyak hal yang harus Anda perhatikan sebelum Anda melangkahkan kaki di medan trading untuk menyambung kehidupan.

Lalu bagaimana trik mendapat cuan hasil trading yang satu ini? Tetap tabah di artikel ini sampai akhir.

Trading For Living
investopedia.com

Pengertian Trading For Living

Terkesan sangat enak, apabila tidak perlu keluar pergi ke kantor dan terhindar dari segala kemacetan. Di sisi lain waktu yang habis untuk keluarga dan teman atau kerabat semakin efisien. Sementara uang penghasilan mengalir begitu saja.

Seperti itulah pandangan tentang trading for a living yang cenderung menjebak para trader pemula. Sebab, kenyataanya trading tidak bisa Anda lakukan dengan segampang itu.

Trading for a living, trading untuk hidup. Jika mengambil arti secara harfiah, trading for a living ini merupakan aktivitas jual beli instrumen investasi, baik itu dalam bentuk valuta, komoditas, atau saham sekalipun. Kemudian hasilnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup sehari-hari.

Para trader ini, kerap mendapat julukan trader full time. Artinya, pendapatan utamanya hanya mengandalkan hasil trading, dan tidak memiliki pekerjaan sampingan atau lainnya.

Menariknya dari trading ini adalah memberikan banyak kebebasan, dari segi waktu, tenaga serta latar belakang. Jadi Anda sendirilah yang berhak mengaturnya, hendak kemana dan berapa modal serta usaha harus Anda alokasikan.

Siapapun bisa melakukan trading ini, hanya saja perlu kedisiplinan, continue dalam belajar, dan konsisten menjalankan. Sebab, jika hanya ala kadarnya, bisnis trading ini mempunyai resiko yang cenderung besar, yakni mengalami kegagalan.

Apakah Mungkin Bisnis Trading For Living Itu?

Mungkin. Itulah jawaban tepat untuk pertanyaan yang demikian atau lainnya yang serupa. Di luar sana, banyak trader yang telah berhasil membuktikan jika trading ini bukan sebatas omong kosong belaka.

Akan tetapi trading ini mempunyai hubungan erat terhadap besarnya modal awal yang Anda keluarkan, juga berapa banyak biaya hidup Anda. Hal ini menuntut trader untuk lebih cermat mempersiapkan segalanya.

Di bawah ini, akan kami ulas persiapan-persiapan apa saja yang harus Anda lakukan sebelum mulai bermain di dunia trading.

1. Cari Tahu Kebutuhan Anda

Pertama kali yang harus Anda lakukan sebelum memulai trading for living adalah menganalisa kebutuhan Anda secara terperinci, yakni biaya hidup per bulannya.

Trader yang masih lajang (belum menikah) atau hanya membiayai hidup dirinya sendiri tentunya membutuhkan biaya lebih sedikit ketimbang trader yang sudah berkeluarga.

Di sisi lain, seorang trader yang sudah berkeluarga harus menyiagakan beragam dana darurat. Maka itulah, trader harus mampu menghitung kisaran sisa penghasilan setelah dipotong biaya hidup tersebut, sehingga bisa diinvestasikan ulang.

Semisal jatuh pada nominal 5 juta, maka income Anda harus bisa melebihi jumlah itu. Kegunaannya untuk investasi atau menabung sebagai dana cadangan.

2. Pelajari Hingga Fasih Mengenai Trading

Hal yang terlihat sepele bisa menjadi bumerang seketika. Seperti halnya dalam trading ini. Jangan sekali-kali Anda berpijak sebelum tahu benar aturannya. Anda bisa saja mempelajari trading setelah masuk di dalamnya.

Namun persaingan tidak bisa Anda lawan dengan dengan semudah ucapan. Sehingga, sebaiknya memahamkan dulu pengetahuan tentang trading. Setelahnya, Anda tinggal mengaplikasikan usaha Anda.

Belajar di sini tidak sebatas teori teknis trading, melainkan juga bagaimana strategi memanage uang dan meminimalisir resiko yang ada. Cobalah untuk memulai dengan trading kecil-kecilan seperti demo account atau yang lainnya.

3. Cari Tahu Potensi dan Skill Anda

Perlu ada skill yang mumpuni untuk menjalankan trading for living ini. Tidak hanya sebatas skil dalam penganalisaan, tetapi juga skill menguasai mental, serta kelola modal tentunya.

Sebelum memulai trading for a living ini, analisa terlebih dahulu kemampuan trading Anda di bulan-bulan terakhir. Hitung profit yang Anda hasilkan per bulannya. Jika telah mencapai kisaran 2 hingga 5%, Anda sudah bisa memulai trading for a living ini.

4. Persiapkan Modal

Setelah mengetahui kemampuan trading, Anda bisa langsung menyiapkan modal. Persiapkan hingga mencapai jumlah tertentu. Apabila modal hanya sedikit, tidak bisa mengandalkan hasil trading ini untuk membiayai hari-hari Anda.

Untuk bisa mengeceknya, umumnya modal ini terpengaruh dari beberapa faktor, seperti biaya hidup per bulan juga keuntungan yang bisa Anda hasilkan di tiap bulannya.

Jika semakin besar modal, maka akan semakin besar potensi untuk hasil cuan.

5. Beri Tameng untuk Keuangan Pribadi dan Keluarga

Agar bisa fokus menjalankan trading, Anda harus memperkokoh finansial Anda. Pastikan keuangan Anda dalam keadaan sehat. Mempunyai asuransi yang sekiranya perlu, atau akan lebih bagus lagi jika sudah tidak meninggalkan hutang.

Dengan demikian, perhatian Anda tidak akan terbagi-bagi untuk mengurus yang lain. Alokasi dana pun juga akan lebih banyak untuk diinvestasikan.

Jangan lupa untuk menyiapkan dana darurat minimal untuk setengah tahun berikutnya. Hal ini bisa untuk antisipasi apabila trading Anda tidak seperti harapan sebelumnya. Sehingga Anda masih memiliki dana cadangan untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari.

Selain itu, dana cadangan untuk sehari-hari juga bisa memfokuskan Anda pada trading. Dengan itu, emosi Anda tidak akan terkuras terlalu dalam.

6. Siapkan Mental

Hal yang berbeda saat Anda bekerja dengan orang lain, ketika Anda memilih menjalankan trading for living, Anda akan bekerja sendiri. Ya, tidak membuang tenaga dan waktu Anda untuk merapikan rambut dan dasi kemeja Anda. Sebab trading bisa saja Anda lakukan ketika Anda bangun tidur masih dalam keadaan berpiyama.

Namun jauh dari itu, mental yang harus Anda siapkan tidak boleh sebatas mental kere. Profesionalitas harus tetap berjalan layaknya bekerja di kantor atau perusahaan lainnya. Hal yang harus Anda perhatikan lagi, yakni disiplin terhadap diri sendiri.

Jangan hanya besar spekulasi, namun harus ada real tindakan yang mendatangkan pendapatan secara konsisten. Hal yang demikian itu tidak bisa Anda lewati dengan mudah jika mental yang Anda ikut sertakan salah.

Sikap sekaligus mental Anda harus tetap dalam posisi sebagai seorang trader. Sebab di setiap tindakan yang Anda lakukan, emosi akan turut menyertai. Maka itulah, persiapan mental sangat Anda perlukan.

6. Mempersiapkan Exit Plan

Menjadi seorang trader, bisa saja Anda terjebak dalam situasi yang tidak membawa untung sama sekali. Nah, di situasi yang merugikan tersebutlah, Anda bisa merencanakan untuk keluar dari area trading.

Demikianlah langkah-langkah serta persiapan yang bisa Anda lakukan untuk memulai bisnis trading for living. Setiap usaha selalu menyertakan resiko di belakangnya. Sehingga untuk bisa mencegahnya, ada kalanya kita sendiri yang harus siaga di titik mula.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top