Ranking FIFA Terbaru: Spanyol Memimpin, Indonesia Bertahan di Posisi 118

Football136 Views

Ranking FIFA terbaru, menjadi salah satu acuan paling dikenal untuk melihat posisi tim nasional sepak bola di tingkat internasional. Daftar tersebut menempatkan lebih dari 200 negara berdasarkan poin yang diperoleh dari pertandingan resmi, laga persahabatan, babak kualifikasi, kejuaraan konfederasi, dan Piala Dunia.

Pembaruan resmi terbaru diterbitkan pada 20 Juli 2026, satu hari setelah berakhirnya Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Spanyol naik ke posisi pertama setelah menjuarai turnamen, sedangkan Argentina turun ke urutan kedua. Prancis, Inggris, dan Brasil melengkapi lima besar. FIFA menjadwalkan pembaruan resmi berikutnya pada 7 Oktober 2026.

Spanyol Mengambil Alih Posisi Pertama

Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 mengubah susunan teratas ranking FIFA. La Roja mengumpulkan 1.995,88 poin dan menggeser Argentina yang sebelumnya memulai turnamen sebagai tim nomor satu dunia.

Argentina turun satu tingkat ke posisi kedua dengan 1.970,37 poin. Meski gagal mempertahankan gelar, perjalanan hingga final tetap membantu Argentina mempertahankan kedudukan di atas Prancis yang memiliki 1.948,97 poin.

Inggris berada di posisi keempat dengan 1.922,83 poin. Brasil kembali masuk lima besar melalui raihan 1.804,92 poin, hanya unggul tipis atas Maroko yang mengoleksi 1.803,99 poin.

Peringkat terbaru memperlihatkan jarak sangat rapat antara Brasil dan Maroko. Selisih kurang dari satu poin memungkinkan perubahan posisi terjadi hanya melalui satu pertandingan internasional, terutama apabila salah satu tim menghadapi lawan yang memiliki nilai tinggi.

Daftar Sepuluh Besar Ranking FIFA Juli 2026

Susunan sepuluh besar didominasi negara Eropa dan Amerika Selatan. Maroko menjadi satu satunya wakil Afrika, sementara Meksiko mewakili kawasan Concacaf setelah tampil sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.

PeringkatTim nasionalPoin
1Spanyol1.995,88
2Argentina1.970,37
3Prancis1.948,97
4Inggris1.922,83
5Brasil1.804,92
6Maroko1.803,99
7Portugal1.787,85
8Belgia1.778,36
9Belanda1.775,54
10Meksiko1.754,30

Portugal turun ke posisi ketujuh, diikuti Belgia dan Belanda. Meksiko naik empat tingkat menuju posisi kesepuluh, sekaligus kembali ke kelompok sepuluh besar untuk pertama kalinya sejak Maret 2022. Jerman keluar dari sepuluh besar dan menempati urutan ke 12.

Ranking FIFA Bukan Sekadar Menghitung Kemenangan

Sebuah tim tidak otomatis mendapatkan jumlah poin yang sama setiap kali menang. FIFA mempertimbangkan kekuatan lawan, tingkat kepentingan pertandingan, hasil akhir, serta perkiraan hasil berdasarkan perbedaan nilai kedua tim.

Kemenangan atas tim yang menempati posisi tinggi biasanya menghasilkan tambahan lebih besar dibandingkan kemenangan atas lawan berperingkat rendah. Sebaliknya, kekalahan dari tim yang jauh lebih lemah dapat mengurangi poin lebih banyak.

Sistem tersebut membuat pertandingan antara dua tim kuat memiliki nilai tersendiri. Tim peringkat ke 100 yang mengalahkan tim sepuluh besar berpeluang menerima tambahan besar karena hasil tersebut bertentangan dengan perkiraan statistik.

FIFA menggunakan model Elo yang telah disesuaikan dan diberi nama SUM. Sistem ini mulai digunakan pada Agustus 2018 setelah memperoleh persetujuan Dewan FIFA. Berbeda dari metode lama yang menghitung rata rata pertandingan dalam periode tertentu, SUM menambahkan atau mengurangi poin langsung dari jumlah yang telah dimiliki sebuah tim.

“Ranking FIFA sebaiknya dibaca sebagai catatan kekuatan dan konsistensi, bukan sebagai jaminan bahwa tim di posisi lebih tinggi pasti menang dalam setiap pertandingan.”

Rumus yang Digunakan untuk Menghitung Poin

Rumus dasar sistem ranking pria FIFA ditulis sebagai berikut:

Poin baru = poin sebelum pertandingan + tingkat kepentingan pertandingan × hasil aktual dikurangi hasil yang diperkirakan

Poin sebelum pertandingan merupakan nilai yang dimiliki tim sebelum laga dimulai. Tingkat kepentingan ditentukan berdasarkan jenis pertandingan. Hasil aktual memiliki nilai 1 untuk kemenangan, 0,5 untuk hasil imbang, dan 0 untuk kekalahan.

Hasil yang diperkirakan dihitung dari selisih poin kedua tim. Apabila tim kuat menghadapi tim yang jauh lebih rendah, sistem memperkirakan tim kuat akan menang. Kemenangan dalam keadaan tersebut hanya memberikan sedikit tambahan karena hasilnya telah diperkirakan.

FIFA memberikan contoh tim dengan 1.300 poin yang mengalahkan lawan dengan 1.500 poin dalam kualifikasi kejuaraan konfederasi. Tim yang lebih rendah memperoleh tambahan 17 poin menjadi 1.317, sedangkan lawannya kehilangan 17 poin menjadi 1.483.

Bobot Pertandingan Membedakan Laga Besar dan Persahabatan

Nilai kepentingan pertandingan menjadi unsur penting dalam rumus. FIFA tidak memperlakukan pertandingan persahabatan sama seperti pertandingan Piala Dunia.

Jenis pertandinganBobot
Persahabatan di luar kalender internasional5
Persahabatan dalam kalender internasional10
Fase grup Nations League15
Babak penentuan dan final Nations League25
Kualifikasi Piala Dunia atau kejuaraan konfederasi25
Kejuaraan konfederasi sebelum perempat final35
Kejuaraan konfederasi mulai perempat final40
Piala Dunia sebelum perempat final50
Piala Dunia mulai perempat final60

Kemenangan pada babak akhir Piala Dunia memberikan peluang tambahan poin lebih besar karena menggunakan bobot tertinggi. Hal ini menjelaskan mengapa sebuah tim dapat mengalami kenaikan cepat setelah tampil baik dalam turnamen besar.

Pertandingan persahabatan tetap dihitung, tetapi bobotnya lebih rendah. Pemisahan tersebut dimaksudkan agar laga dengan tekanan kompetitif, persyaratan kelolosan, dan trofi memiliki pengaruh lebih kuat terhadap posisi dunia.

Adu Penalti Memiliki Penghitungan Tersendiri

Pertandingan yang ditentukan melalui adu penalti tidak dihitung sebagai kemenangan biasa. Tim pemenang adu penalti menerima nilai hasil 0,75, sedangkan tim yang kalah memperoleh nilai 0,5.

Artinya, pihak yang kalah melalui adu penalti diperlakukan seperti tim yang bermain imbang. Pemenangnya mendapatkan nilai di antara hasil seri dan kemenangan dalam waktu normal atau babak tambahan.

FIFA juga memberikan perlindungan kepada tim yang telah mencapai fase gugur sebuah kejuaraan. Apabila hasil pertandingan pada fase gugur seharusnya mengurangi poin, pengurangan tersebut tidak diterapkan. Tim dapat gagal melaju tanpa kehilangan nilai yang telah dikumpulkan sebelumnya.

Ketentuan ini menghindarkan peserta yang berhasil mencapai tahap akhir dari kerugian berlebihan. Sebuah tim yang lolos ke perempat final lalu kalah dari lawan berperingkat lebih rendah tidak langsung kehilangan poin karena telah mencapai fase yang sulit.

Selisih Gol Tidak Masuk Langsung dalam Rumus

Kemenangan 1 lawan 0 dan kemenangan 5 lawan 0 pada dasarnya memiliki nilai hasil aktual yang sama, yaitu 1. Rumus resmi FIFA tidak memasukkan jumlah gol sebagai variabel utama.

Perbedaan tambahan poin ditentukan oleh kekuatan lawan dan bobot pertandingan, bukan besarnya skor. Karena itu, kemenangan tipis atas tim kuat dapat menghasilkan tambahan lebih besar daripada kemenangan telak atas tim yang berada jauh di bawah.

Sistem ini mencegah negara mengejar skor sangat besar hanya untuk meningkatkan ranking. Tim tetap dituntut memenangkan pertandingan, tetapi tidak memperoleh hadiah tambahan langsung hanya karena mencetak banyak gol.

Jumlah gol tetap menentukan hasil pertandingan dan perjalanan dalam sebuah kejuaraan. Namun, setelah hasil kemenangan, imbang, atau kekalahan ditetapkan, perhitungan ranking mengikuti unsur yang tercantum dalam formula SUM.

Mengapa Ranking FIFA Penting bagi Tim Nasional

Ranking bukan hanya daftar untuk menunjukkan negara terkuat. Posisi tersebut sering digunakan dalam penentuan pot undian kualifikasi dan turnamen internasional.

Pada pengundian final Piala Dunia 2026, sebanyak 39 negara yang telah lolos dibagi ke dalam empat pot berdasarkan ranking FIFA yang diterbitkan pada 19 November 2025. Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat mendapat tempat di pot pertama sebagai tuan rumah.

Pembagian serupa digunakan dalam kualifikasi kawasan Asia. Jepang, Iran, dan Korea Selatan ditempatkan di pot pertama babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 karena menjadi negara Asia dengan posisi tertinggi pada ranking saat itu.

Posisi yang lebih baik dapat membantu sebuah tim masuk pot unggulan. Hal tersebut mengurangi kemungkinan bertemu seluruh tim terkuat pada tahap awal, walaupun undian tetap dapat menghasilkan grup yang sulit.

Juara Turnamen Tidak Selalu Langsung Menjadi Nomor Satu

Trofi tidak otomatis memberikan posisi pertama. Sebuah tim tetap harus memiliki jumlah poin lebih tinggi daripada negara lain setelah seluruh pertandingan dihitung.

Tim yang memulai turnamen dari posisi rendah mungkin meraih gelar tanpa langsung menguasai ranking apabila jarak poin sebelumnya terlalu besar. Sebaliknya, finalis atau peserta semifinal dapat tetap berada di atas apabila memiliki simpanan poin tinggi dari pertandingan terdahulu.

Spanyol berada dalam keadaan berbeda pada Juli 2026. Mereka sudah menempati kelompok teratas sebelum Piala Dunia, kemudian menjalani turnamen tanpa kekalahan dan menundukkan Argentina pada final. Rangkaian hasil tersebut cukup untuk membawa La Roja melewati sang juara bertahan.

“Posisi pertama lahir dari hasil yang dikumpulkan secara berkelanjutan. Satu trofi sangat berharga, tetapi ranking tetap melihat perjalanan pertandingan demi pertandingan.”

Maroko Menegaskan Kekuatan Sepak Bola Afrika

Maroko menempati posisi keenam dengan 1.803,99 poin. Kedudukan tersebut menjadi pencapaian tertinggi mereka sejak ranking FIFA diperkenalkan.

Tim Afrika Utara itu berada sangat dekat dengan Brasil. Selisih keduanya hanya 0,93 poin, sehingga satu hasil positif melawan lawan kuat dapat mengubah susunan lima besar pada jendela pertandingan berikutnya.

Posisi Maroko juga menunjukkan bahwa kelompok teratas tidak sepenuhnya dikuasai negara Eropa dan Amerika Selatan. Hasil di kejuaraan konfederasi, kualifikasi, pertandingan internasional, dan Piala Dunia membantu mereka mengumpulkan poin dalam beberapa periode pembaruan.

FIFA mencatat Maroko telah mencapai rekor posisi baru sebelum Piala Dunia ketika naik ke peringkat ketujuh pada Juni 2026. Setelah turnamen selesai, mereka kembali naik satu tingkat menuju urutan keenam.

Norwegia Menjadi Tim dengan Kenaikan Terbesar

Norwegia mencatat kenaikan paling besar dalam pembaruan Juli 2026. Mereka naik 12 tingkat dan mencapai posisi ke 19 setelah tampil hingga perempat final Piala Dunia.

Hasil melawan lawan berperingkat tinggi memberi tambahan besar karena pertandingan Piala Dunia memiliki bobot 50 dan 60. Perjalanan jauh dalam turnamen juga membuka kesempatan memainkan lebih banyak laga bernilai tinggi.

Meksiko naik empat tingkat menuju posisi kesepuluh setelah mencapai babak 16 besar. Peningkatan itu membawa Meksiko kembali ke sepuluh besar untuk pertama kali dalam lebih dari empat tahun.

Pada sisi lain, Tunisia mengalami penurunan 12 tingkat. Panama kehilangan poin paling banyak dalam pembaruan tersebut, sedangkan Jerman turun dua posisi dan meninggalkan kelompok sepuluh besar.

Ranking Langsung dan Ranking Resmi Memiliki Perbedaan

Sejak Maret 2026, FIFA menyediakan pembaruan ranking secara langsung selama pertandingan tim nasional. Penggemar dapat melihat perubahan poin setelah sebuah hasil tercatat.

Namun, daftar langsung belum selalu menjadi ranking resmi. FIFA perlu memastikan pertandingan berstatus internasional A, memeriksa hasil, serta menyelesaikan jendela pertandingan sebelum menerbitkan pembaruan resmi.

Apabila sebuah pertandingan kemudian diturunkan dari status internasional A, poinnya tidak akan dimasukkan dalam pembaruan berikutnya. Laga yang berlangsung di luar jendela resmi juga dapat menunggu hingga periode pemeringkatan selanjutnya.

Karena itu, angka yang beredar setelah sebuah pertandingan dapat berbeda dari rilis resmi. Rujukan yang paling aman adalah tabel FIFA dengan tanggal pembaruan yang telah ditetapkan.

Posisi Indonesia dalam Ranking FIFA

Tim nasional Indonesia berada di peringkat ke 118 pada pembaruan resmi 20 Juli 2026. Posisi terbaik Indonesia sepanjang pencatatan FIFA adalah peringkat ke 76, sedangkan posisi terendahnya berada di urutan ke 191. Rata rata kedudukan Indonesia tercatat pada peringkat ke 132.

Indonesia sebelumnya menjadi salah satu tim dengan kenaikan terbesar pada pembaruan 11 Juni 2026. Garuda naik empat tingkat bersama Pakistan, Sri Lanka, dan Yaman. Posisi terbaru menunjukkan Indonesia tetap berada di urutan ke 118 setelah jendela Piala Dunia selesai.

Di kawasan Asia Tenggara, Thailand berada di posisi ke 94 dan Vietnam menempati urutan ke 99. Malaysia berada di peringkat ke 136. Indonesia menjadi tim ketiga dengan kedudukan tertinggi di Asia Tenggara pada rilis tersebut.

Cara Indonesia Menambah Poin Lebih Besar

Peluang memperoleh tambahan tinggi muncul ketika Indonesia menghadapi negara yang memiliki ranking lebih baik. Kemenangan atas lawan kuat menghasilkan selisih besar antara hasil aktual dan hasil yang diperkirakan oleh sistem.

Pertandingan kualifikasi juga lebih bernilai daripada laga persahabatan. Kualifikasi Piala Dunia dan kejuaraan konfederasi menggunakan bobot 25, sedangkan pertandingan persahabatan dalam kalender internasional hanya memiliki bobot 10.

Hasil imbang melawan tim kuat tetap dapat memberikan tambahan. Sistem memperkirakan Indonesia memiliki peluang lebih kecil ketika menghadapi lawan dengan poin jauh lebih tinggi. Apabila pertandingan berakhir seri, hasil aktual dapat melampaui perkiraan awal.

Pada saat yang sama, kekalahan dari tim berperingkat jauh lebih rendah perlu dihindari karena dapat mengurangi poin dalam jumlah besar. Indonesia tidak hanya membutuhkan banyak pertandingan, tetapi juga pemilihan lawan, hasil stabil, serta kemenangan dalam laga kompetitif agar pergerakan peringkat berlangsung lebih cepat. Pembaruan resmi berikutnya dijadwalkan FIFA pada 7 Oktober 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *