Hadiah Piala Presiden 2026 Tembus Rp8 Miliar, Terbesar Sepanjang Turnamen

Berita91 Views

Hadiah Piala Presiden di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah nilai yang diterima tim juara pada edisi 2026 meningkat menjadi Rp8 miliar. Nominal tersebut menjadi hadiah juara terbesar sejak Piala Presiden pertama kali digelar pada 2015 dan menunjukkan peningkatan cukup tajam dibanding edisi sebelumnya.

Persebaya Surabaya menjadi tim yang berhak membawa pulang hadiah utama tersebut setelah menjuarai Piala Presiden 2026. Bajul Ijo mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti dalam pertandingan final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 6 Agustus 2026. Pertandingan berakhir 1 1 setelah 120 menit sebelum Persebaya memastikan gelar melalui adu penalti.

Hadiah tidak hanya diberikan kepada sang juara. Persib Bandung sebagai runner up mendapatkan Rp3,5 miliar. Persija Jakarta yang mengalahkan Arema FC 3 1 dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga menerima Rp2,5 miliar, sedangkan Arema sebagai peringkat keempat memperoleh Rp1,5 miliar.

Jika empat hadiah tersebut dijumlahkan, uang untuk empat tim teratas mencapai Rp15,5 miliar. ANTARA mencatat keseluruhan hadiah Piala Presiden 2026 mencapai Rp18,5 miliar setelah memasukkan berbagai penghargaan lain yang tersedia sepanjang turnamen.

Persebaya Mendapat Rp8 Miliar Setelah Menjuarai Piala Presiden 2026

Piala Presiden 2026 menghasilkan juara baru. Persebaya akhirnya mengangkat trofi turnamen pramusim tersebut untuk pertama kalinya setelah sebelumnya pernah menjadi runner up pada edisi 2019.

Final menghadapi Persib berlangsung ketat. Ramadhan Sananta membawa Persebaya unggul pada menit ke 20, kemudian Persib membalas melalui Patricio Matricardi empat menit berselang. Skor 1 1 bertahan melewati waktu normal dan perpanjangan waktu hingga pertandingan ditentukan melalui adu penalti.

Keberhasilan tersebut membuat Persebaya menerima hadiah Rp8 miliar. Angka itu jauh lebih besar dibanding hadiah yang diterima juara pada sebagian besar penyelenggaraan Piala Presiden sebelumnya.

Persebaya juga bergabung dengan daftar klub yang pernah mengangkat Piala Presiden. Persib Bandung menjadi juara pada 2015, Arema FC menang pada 2017, Persija Jakarta pada 2018, kemudian Arema kembali menjadi juara pada 2019, 2022, dan 2024. Port FC asal Thailand memenangi edisi 2025 sebelum Persebaya mengambil gelar pada 2026.

Menurut penulis, hadiah Rp8 miliar membuat Piala Presiden semakin sulit dipandang hanya sebagai turnamen pemanasan. Nilainya sudah cukup besar untuk membuat klub memiliki alasan finansial sekaligus prestasi untuk tampil serius.

Rincian Hadiah Empat Besar Piala Presiden 2026

Besarnya hadiah edisi 2026 tidak hanya terasa bagi tim yang mengangkat trofi. Selisih nominal antara peringkat pertama hingga keempat dibuat cukup besar sehingga pertandingan perebutan tempat ketiga juga tetap memiliki nilai finansial.

Menjelang pertandingan terakhir, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026 Maruarar Sirait mengumumkan tambahan Rp500 juta masing masing untuk peringkat kedua, ketiga, dan keempat. Sebelumnya, runner up dijadwalkan memperoleh Rp3 miliar, peringkat ketiga Rp2 miliar, serta peringkat keempat Rp1 miliar.

Pembagian akhirnya adalah sebagai berikut:

PosisiTimHadiah
JuaraPersebaya SurabayaRp8 miliar
Runner upPersib BandungRp3,5 miliar
Peringkat ketigaPersija JakartaRp2,5 miliar
Peringkat keempatArema FCRp1,5 miliar

Total hadiah untuk empat tim terbaik mencapai Rp15,5 miliar. Persebaya sendiri membawa pulang lebih dari separuh jumlah tersebut sebagai juara. Pembagian ini telah dikonfirmasi setelah seluruh pertandingan berakhir.

Hadiah Juara Awalnya Hanya Disiapkan Rp6 Miliar

Nominal Rp8 miliar sebenarnya bukan angka yang diumumkan ketika persiapan Piala Presiden 2026 dimulai. Panitia pada awalnya menetapkan hadiah juara sebesar Rp6 miliar.

Nilai itu sendiri sudah meningkat dibanding hadiah juara Piala Presiden 2025 yang mencapai Rp5,5 miliar. Menjelang turnamen 2026, Maruarar Sirait sempat mengumumkan peningkatan dari Rp5,5 miliar menjadi Rp6 miliar.

Perubahan berikutnya terjadi setelah nilai sponsor terus bertambah. Pada awal Agustus 2026, panitia menaikkan hadiah juara dari Rp6 miliar menjadi Rp8 miliar. ANTARA mencatat keputusan tersebut diumumkan ketika babak semifinal dan final dipindahkan ke Bali.

Kenaikan tidak berhenti pada posisi pertama. Menjelang final, hadiah runner up ditambah menjadi Rp3,5 miliar, peringkat ketiga menjadi Rp2,5 miliar, dan posisi keempat menjadi Rp1,5 miliar.

Dengan demikian, perubahan nilai hadiah terjadi beberapa kali selama penyelenggaraan turnamen sebelum angka akhirnya ditetapkan.

Dana Sponsor Piala Presiden 2026 Mencapai Rp70 Miliar Saat Fase Grup

Salah satu faktor yang memungkinkan hadiah terus meningkat adalah penerimaan sponsor. Hingga fase grup berakhir pada 1 Agustus 2026, nilai sponsor yang masuk telah mencapai sekitar Rp70 miliar menurut Ketua Steering Committee Piala Presiden Maruarar Sirait.

Pada saat pengumuman tersebut, panitia bahkan sudah memberikan sinyal bahwa hadiah juara akan kembali dinaikkan. Tidak lama kemudian, angka Rp6 miliar benar benar berubah menjadi Rp8 miliar.

Nilai sponsor tersebut jauh lebih besar dibanding hadiah yang diberikan kepada empat tim teratas. Hal ini wajar karena biaya penyelenggaraan turnamen tidak berhenti pada pembayaran hadiah. Operasional stadion, pertandingan, perangkat pertandingan, produksi siaran, akomodasi, transportasi, keamanan, promosi, dan berbagai kebutuhan penyelenggaraan turut memerlukan pembiayaan.

Panitia Piala Presiden 2026 juga meningkatkan hadiah lomba karya jurnalistik menjadi Rp300 juta. Kategori tersebut mencakup televisi, media cetak, media daring, media sosial, dan fotografi.

Francisco Rivera Juga Mendapat Penghargaan Pemain Terbaik

Pembagian hadiah Piala Presiden tidak berhenti pada posisi klub. Turnamen memberikan penghargaan individual kepada pemain yang dianggap tampil menonjol selama kompetisi.

Kapten Persebaya Francisco Rivera dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Piala Presiden 2026. Penghargaan tersebut melengkapi keberhasilannya membawa Persebaya menjadi juara. CNN Indonesia juga mencatat Rivera sebagai peraih gelar Pemain Terbaik setelah turnamen selesai.

Informasi yang diumumkan melalui kanal resmi Piala Presiden mencantumkan hadiah sebesar Rp100 juta untuk kategori Pemain Terbaik.

Sementara itu, Gustavo Henrique dari Arema FC menjadi pencetak gol terbanyak dengan empat gol. Arlyansyah Abdulmanan dari Persija Jakarta memperoleh penghargaan Pemain Muda Terbaik.

Pendukung Persebaya juga mendapat penghargaan Suporter Terbaik. Informasi penyelenggara menyebut penghargaan tersebut disertai hadiah Rp100 juta.

Dengan berbagai kategori tersebut, nilai yang dibagikan selama Piala Presiden tidak hanya mengalir kepada klub yang mencapai empat posisi tertinggi.

Hadiah Piala Presiden 2015 Dimulai dari Rp3 Miliar

Jika dibandingkan dengan penyelenggaraan pertama, hadiah Piala Presiden kini sudah meningkat cukup jauh. Pada edisi 2015, hadiah juara berada di angka Rp3 miliar.

Jumlah tersebut kembali dipertahankan pada 2017. PSSI ketika itu menetapkan hadiah Rp3 miliar untuk juara, Rp2 miliar bagi runner up, Rp1 miliar bagi peringkat ketiga, serta Rp500 juta untuk peringkat keempat. Data tersebut juga disebut sama dengan pembagian pada Piala Presiden 2015.

Persib Bandung menjadi juara Piala Presiden pertama pada 2015 setelah mengalahkan Sriwijaya FC. Dua tahun kemudian, Arema FC memenangkan edisi 2017 setelah menundukkan Borneo FC 5 1 pada final.

Artinya, Rp8 miliar yang diperoleh Persebaya pada 2026 lebih dari dua kali lipat hadiah juara yang tersedia pada awal perjalanan Piala Presiden.

Persija Menerima Rp3,3 Miliar Saat Juara pada 2018

Peningkatan pertama dari standar Rp3 miliar terjadi pada Piala Presiden 2018. Pada penyelenggaraan tersebut, hadiah untuk empat posisi tertinggi dinaikkan sekitar 10 persen dibanding edisi sebelumnya.

Persija Jakarta kemudian menjadi juara setelah mengalahkan Bali United dalam final di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Sekretariat Negara mencatat Persija mendapatkan hadiah Rp3,3 miliar, Bali United menerima Rp2,2 miliar, dan Sriwijaya FC memperoleh Rp1,1 miliar setelah menjadi peringkat ketiga.

Piala Presiden 2018 juga menjadi salah satu edisi penting bagi Persija karena gelar tersebut menjadi trofi pertama Macan Kemayoran dalam turnamen ini. Hingga 2026, Persija masih memiliki satu gelar Piala Presiden.

Hadiah 2019 Naik Lagi Menjadi Rp3,5 Miliar

Pada Piala Presiden 2019, hadiah juara awalnya diumumkan Rp3,3 miliar. Nilai tersebut kemudian ditambah menjelang tahapan akhir turnamen.

ANTARA mencatat hadiah juara akhirnya menjadi Rp3,5 miliar, bertambah Rp200 juta. Runner up memperoleh Rp2,35 miliar, sedangkan peringkat ketiga dan keempat masing masing mendapat Rp825 juta. Total dana turnamen saat itu disebut meningkat dari Rp47 miliar menjadi Rp47,5 miliar.

Arema FC menjadi tim yang mengambil hadiah utama setelah mengalahkan Persebaya dalam final dua pertandingan dengan agregat 4 2. Gelar tersebut merupakan trofi kedua Arema di Piala Presiden.

Persebaya harus menunggu tujuh tahun untuk mengubah statusnya dari runner up 2019 menjadi juara 2026.

Piala Presiden 2022 Memberikan Rp3 Miliar kepada Juara

Setelah tidak digelar pada 2020 dan 2021, Piala Presiden kembali hadir pada 2022. Pada edisi tersebut, nilai hadiah juara berada di Rp3 miliar.

PSSI menetapkan peringkat kedua memperoleh Rp1,5 miliar, sedangkan dua semifinalis masing masing menerima Rp500 juta.

Arema kembali menjadi juara setelah mengalahkan Borneo FC dalam pertandingan final. Gelar tersebut menjadi yang ketiga bagi Singo Edan setelah sebelumnya memenangkan edisi 2017 dan 2019.

Nominal hadiah pada 2022 memang berada di bawah edisi 2019. Namun hanya dua tahun kemudian, angka untuk sang juara melonjak cukup besar.

Arema Membawa Pulang Lebih dari Rp5 Miliar pada 2024

Piala Presiden 2024 menjadi titik kenaikan besar untuk hadiah juara. Sebelum turnamen selesai, hadiah utama awalnya diumumkan Rp5 miliar, runner up Rp2,5 miliar, peringkat ketiga Rp1,5 miliar, serta peringkat keempat Rp1 miliar.

Pada akhir turnamen, hadiah juara ditambah. Arema FC tercatat memperoleh sekitar Rp5,25 miliar setelah mengalahkan Borneo FC melalui adu penalti di Stadion Manahan, Solo. Borneo FC sebagai runner up menerima sekitar Rp2,75 miliar.

Kemenangan tersebut sekaligus mengukuhkan Arema sebagai klub tersukses sepanjang sejarah Piala Presiden dengan empat gelar, masing masing pada 2017, 2019, 2022, dan 2024. Rekor tersebut masih bertahan setelah Piala Presiden 2026 selesai.

Port FC Mendapat Rp5,5 Miliar sebagai Juara 2025

Piala Presiden berubah cukup besar pada 2025 setelah klub luar Indonesia untuk pertama kalinya ikut bertanding. Port FC dari Thailand dan Oxford United dari Inggris hadir sebagai tim undangan.

Port FC kemudian mencatat sejarah sebagai klub asing pertama yang menjadi juara Piala Presiden. Oxford United menempati posisi kedua, Dewa United berada di tempat ketiga, sedangkan Liga Indonesia All Stars menjadi peringkat keempat.

Hadiah akhirnya mencapai Rp5,5 miliar untuk Port FC. Oxford United menerima Rp3 miliar, Dewa United Rp2 miliar, dan Liga Indonesia All Stars Rp1 miliar. Persib yang berada di posisi kelima mendapatkan Rp200 juta dan Arema di posisi keenam menerima Rp100 juta.

Nominal Rp5,5 miliar tersebut kemudian menjadi patokan awal ketika hadiah Piala Presiden 2026 dibicarakan sebelum turnamen berlangsung.

Hadiah Juara Piala Presiden Naik dari Rp3 Miliar Menjadi Rp8 Miliar

Perjalanan hadiah Piala Presiden memperlihatkan perubahan yang cukup jelas sejak 2015. Juara edisi pertama memperoleh Rp3 miliar. Nilainya tetap Rp3 miliar pada 2017, meningkat menjadi Rp3,3 miliar pada 2018, kemudian Rp3,5 miliar pada 2019. Pada 2022, hadiahnya kembali Rp3 miliar sebelum melonjak ke kisaran Rp5 miliar lebih pada 2024.

Port FC menerima Rp5,5 miliar pada 2025, kemudian Persebaya memperoleh Rp8 miliar pada 2026. Dalam rentang penyelenggaraan sejak 2015, nilai hadiah utama dengan demikian meningkat sekitar Rp5 miliar dibanding edisi perdana.

EdisiJuaraHadiah juara
2015Persib BandungRp3 miliar
2017Arema FCRp3 miliar
2018Persija JakartaRp3,3 miliar
2019Arema FCRp3,5 miliar
2022Arema FCRp3 miliar
2024Arema FCsekitar Rp5,25 miliar
2025Port FCRp5,5 miliar
2026Persebaya SurabayaRp8 miliar

Perbandingan tersebut juga memperlihatkan bahwa kenaikan tidak berlangsung secara lurus setiap tahun. Nilai dapat bertambah atau berkurang sesuai rancangan turnamen, sponsor, jumlah peserta, serta keputusan penyelenggara pada masing masing edisi.

Menurut penulis, peningkatan hadiah menjadi menarik bukan sekadar karena nominal Rp8 miliar terlihat besar, tetapi karena penghargaan untuk runner up hingga posisi keempat juga ikut naik sehingga pertandingan terakhir tetap mempunyai nilai yang kuat bagi seluruh peserta.

Piala Presiden 2026 Menghadirkan Delapan Klub

Edisi 2026 merupakan penyelenggaraan kedelapan Piala Presiden. Turnamen dimulai pada 25 Juli dengan delapan peserta yang terbagi dalam dua grup. Persib Bandung, Arema FC, DPMM FC, serta Tampines Rovers berada di Grup A. Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, dan juara bertahan Port FC mengisi Grup B.

Format tersebut juga mempertahankan kehadiran klub luar Indonesia setelah eksperimen pada 2025. Port FC kembali datang setelah menjadi juara bertahan, sedangkan DPMM FC dari Brunei Darussalam dan Tampines Rovers dari Singapura menambah peserta regional.

Persib dan Persebaya akhirnya keluar sebagai juara grup serta melanjutkan perjalanan hingga final. Pada semifinal, Persib mengalahkan Persija 2 1, sedangkan Persebaya menyingkirkan Arema 1 0.

Persija kemudian menutup turnamen di posisi ketiga setelah mengalahkan Arema 3 1. Witan Sulaiman, Arlyansyah Abdulmanan, dan Victor Dethan mencetak gol untuk Persija, sedangkan gol Arema dibuat Salim Akbar. Hasil tersebut membuat Persija membawa pulang Rp2,5 miliar dan Arema menerima Rp1,5 miliar.

Final menghadirkan Persib dan Persebaya di Gianyar. Setelah bermain 1 1 hingga perpanjangan waktu, Persebaya menjadi pemenang melalui adu penalti dan membawa pulang hadiah Piala Presiden di Indonesia sebesar Rp8 miliar, sementara Persib menerima Rp3,5 miliar sebagai runner up.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *